Berita

Prodi Fisika dan Biologi FST UINSU Gelar Studium Generale 2026 tentang Potensi Riset Bencana Geo-Hidrometeorologi Berbasis AI sebagai Wujud Dukungan terhadap SDGs 13 dan SDGs 9

Medan – Program Studi Fisika dan Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menyelenggarakan kegiatan Studium Generale Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Potensi Research Bencana Geo-Hydrometeorology Berbasis AI”. Kegiatan akademik ini menjadi wadah pengembangan wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan sivitas akademika, khususnya dalam memahami potensi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penelitian dan kajian kebencanaan geo-hidrometeorologi.

Kegiatan Studium Generale ini merupakan salah satu bentuk penguatan budaya akademik dan pengembangan keilmuan lintas disiplin antara bidang fisika dan biologi. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai fenomena kebencanaan yang berkaitan dengan kondisi geologi, atmosfer, hidrologi, serta dinamika lingkungan. Pembahasan ini menjadi semakin relevan mengingat Indonesia merupakan wilayah yang memiliki beragam potensi bencana alam, sehingga diperlukan pendekatan ilmiah dan teknologi yang mampu mendukung upaya pemahaman, pemantauan, serta pengurangan risiko bencana.


Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mendukung penelitian kebencanaan. Teknologi AI dapat digunakan dalam pengolahan dan analisis data lingkungan, identifikasi pola perubahan kondisi alam, pemodelan fenomena kebencanaan, serta pengembangan sistem prediksi dan peringatan dini. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas kajian ilmiah dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Melalui tema yang diangkat, kegiatan Studium Generale ini juga menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan. Bidang fisika memiliki kontribusi dalam memahami mekanisme fisis berbagai fenomena alam, pengukuran parameter lingkungan, pemodelan matematis, serta pengembangan teknologi instrumentasi. Sementara itu, bidang biologi memberikan perspektif mengenai dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan alam. Integrasi kedua bidang keilmuan tersebut dapat membuka peluang pengembangan penelitian yang lebih komprehensif dan inovatif.

Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), khususnya target 13.3 yang menekankan pentingnya peningkatan pendidikan, kesadaran, serta kapasitas manusia dan kelembagaan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk mitigasi, adaptasi, dan sistem peringatan dini. Melalui penguatan wawasan mengenai penelitian bencana geo-hidrometeorologi, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi risiko bencana yang berkaitan dengan kondisi iklim dan lingkungan, sekaligus mengembangkan kepedulian terhadap upaya pengurangan dampak perubahan iklim.

Selain itu, kegiatan Studium Generale ini juga mendukung SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure), terutama target 9.5 yang berfokus pada peningkatan penelitian ilmiah dan penguatan kemampuan teknologi. Pengenalan potensi penerapan kecerdasan buatan dalam penelitian kebencanaan menjadi salah satu bentuk penguatan literasi teknologi dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan penelitian yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat.


Bagi mahasiswa Program Studi Fisika FST UINSU, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai penerapan ilmu fisika dalam bidang kebencanaan, pemodelan lingkungan, serta teknologi berbasis kecerdasan buatan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya ide-ide penelitian baru, baik dalam bentuk tugas akhir, pengembangan model analisis data, maupun kajian ilmiah yang berkaitan dengan mitigasi bencana dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan Studium Generale juga menjadi sarana untuk memperkuat interaksi akademik antara dosen, mahasiswa, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui forum ilmiah seperti ini, peserta diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, serta mengembangkan kemampuan dalam mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan bermanfaat.

Program Studi Fisika FST UINSU terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan akademik yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas penelitian, dan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Melalui Studium Generale Fisika dan Biologi Tahun 2026, diharapkan tumbuh semangat kolaborasi dan inovasi di kalangan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan kebencanaan dan perubahan lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 13 dan SDGs 9.

Bergabunglah Dengan Kami

Mari bergabung dengan civitas akademika Program Studi Fisika FST UINSU UIN Sumatera Utara Medan