Program Studi Fisika FST UINSU Apresiasi Capaian Kolaborasi Riset Dosen dan Mahasiswa UINSU Bersama ITERA melalui Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi sebagai Dukungan terhadap SDGs 11 dan SDGs 17
Medan – Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan capaian membanggakan dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah melalui kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa UIN Sumatera Utara dengan dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kolaborasi tersebut berhasil menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada International Journal of Mining and Geo-Engineering, Volume 60, Nomor 3, Tahun 2026, halaman 347–356, yang berdasarkan informasi SCImago Journal Rank (SJR) 2025 pada dokumentasi kegiatan berada pada kategori Q3.
Artikel ilmiah tersebut berjudul “Euler Deconvolution of a Localized Secondary Fault of Toru Segment: The Batu Jomba Landslide-Prone Road Corridor”. Penelitian ini ditulis oleh Nadiyah Az Zuhriyyah, Lailatul Husna Lubis, Rahmat Nawi Siregar, dan Russell Ong, yang berasal dari Program Studi Fisika UIN Sumatera Utara dan Institut Teknologi Sumatera. Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu geofisika, khususnya terkait kajian struktur geologi bawah permukaan dan potensi bahaya longsor pada kawasan yang memiliki aktivitas tektonik.
Penelitian tersebut berfokus pada kawasan Batu Jomba, Sumatera Utara, yang dikenal sebagai salah satu koridor jalan dengan kerentanan terhadap bencana tanah longsor. Kawasan ini berada di sekitar Segmen Toru yang merupakan bagian dari sistem Sesar Sumatra. Kondisi geologi yang kompleks, keberadaan struktur sesar, serta karakteristik batuan penyusun wilayah menjadi aspek penting yang perlu dipahami dalam upaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kestabilan lereng dan potensi bahaya geologi. Dalam penelitian ini, tim peneliti menerapkan metode Euler Deconvolution terhadap data gravitasi untuk mengidentifikasi dan memperkirakan kedalaman struktur geologi bawah permukaan. Data anomali gravitasi beresolusi tinggi dari model GGMplus dianalisis melalui pendekatan geofisika guna memperoleh gambaran mengenai variasi densitas batuan dan indikasi keberadaan struktur sesar lokal di sekitar kawasan Batu Jomba. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana penerapan konsep fisika, khususnya metode gravitasi, dapat dimanfaatkan untuk memahami kondisi geologi yang berkaitan dengan risiko kebencanaan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi struktur sesar sekunder lokal pada kedalaman sekitar 193–530 meter di wilayah sekitar Batu Jomba. Penelitian juga mengidentifikasi karakteristik batuan yang relatif lemah, terutama yang berkaitan dengan dominasi litologi batupasir pada Formasi Sihapas. Berdasarkan hasil analisis tersebut, kerentanan longsor pada koridor jalan Batu Jomba diinterpretasikan lebih berkaitan dengan kondisi litologi yang lemah dan keberadaan sesar sekunder di sekitarnya, bukan semata-mata dipengaruhi secara langsung oleh struktur utama Segmen Toru.
Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah terhadap pemahaman karakteristik bawah permukaan kawasan rawan longsor serta menunjukkan potensi pemanfaatan metode geofisika dalam kajian bahaya geologi. Informasi mengenai kondisi batuan dan struktur geologi bawah permukaan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penelitian lanjutan, perencanaan rekayasa infrastruktur, dan pengembangan strategi pengurangan risiko bencana.
Capaian publikasi ini sejalan dengan komitmen Program Studi Fisika FST UINSU dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya target 11.5 yang berfokus pada pengurangan dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur. Penelitian mengenai potensi bahaya geologi di kawasan Batu Jomba menjadi salah satu bentuk kontribusi ilmu pengetahuan dalam mendukung pemahaman risiko bencana dan penyediaan informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan serta ketahanan infrastruktur transportasi.
Selain itu, penelitian ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), khususnya dalam aspek penguatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan antarinstitusi. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa UIN Sumatera Utara dengan dosen Institut Teknologi Sumatera mencerminkan pentingnya sinergi akademik dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara lebih luas dengan mengintegrasikan kompetensi, pengalaman, dan pendekatan penelitian dari berbagai pihak. Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika Program Studi Fisika FST UINSU untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan memperluas jejaring kolaborasi ilmiah. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian bersama dosen menjadi pengalaman akademik yang berharga dalam mengembangkan kemampuan analisis, pengolahan data, penulisan ilmiah, serta pemahaman terhadap penerapan ilmu fisika dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Program Studi Fisika FST UINSU menyampaikan apresiasi atas capaian kolaborasi riset ini dan berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui penguatan budaya penelitian dan kerja sama akademik, Program Studi Fisika berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Publikasi ilmiah selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: