Siswa SD Nafli School Kunjungi Laboratorium Fisika Dasar FST UINSU, Perluas Kesempatan Belajar Sains Sejak Dini sebagai Dukungan terhadap SDGs 4 dan SDGs 10
Medan – Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menjadi salah satu tujuan kunjungan edukasi siswa SD Nafli School, Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas (outing class) yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa dengan memperkenalkan lingkungan perguruan tinggi, khususnya Laboratorium Fisika Dasar FST UINSU, sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan alam.
Laboratorium Fisika Dasar FST UINSU merupakan salah satu fasilitas akademik yang mendukung kegiatan praktikum dan pembelajaran fisika di lingkungan perguruan tinggi. Keberadaan laboratorium memiliki peranan penting dalam membantu mahasiswa memahami berbagai konsep fisika melalui kegiatan pengamatan, pengukuran, dan eksperimen. Pengenalan fasilitas ini kepada siswa sekolah dasar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa ilmu fisika tidak hanya berkaitan dengan teori yang dipelajari melalui buku pelajaran, tetapi juga dapat dipahami melalui proses pengamatan terhadap fenomena alam dan penggunaan peralatan ilmiah.

Melalui kunjungan ke Laboratorium Fisika Dasar, siswa SD Nafli School diharapkan dapat mengenal lebih dekat suasana pembelajaran berbasis praktikum dan memahami pentingnya kegiatan eksperimen dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pengenalan lingkungan laboratorium juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa mengenai berbagai fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti gerak benda, gaya, cahaya, bunyi, dan energi. Konsep-konsep tersebut merupakan bagian dari pembelajaran sains dasar yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pengamatan dan percobaan sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti ini memiliki nilai edukatif yang penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui interaksi dengan lingkungan dan fasilitas pendidikan yang lebih luas. Dengan mengunjungi laboratorium perguruan tinggi, siswa diharapkan memperoleh gambaran mengenai bagaimana ilmu pengetahuan dipelajari, diuji, dan dikembangkan melalui pendekatan ilmiah. Bagi Program Studi Fisika FST UINSU, kunjungan edukasi dari siswa sekolah dasar merupakan momentum positif untuk mendukung pengenalan ilmu fisika kepada generasi muda sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ketertarikan terhadap bidang sains dan teknologi melalui pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan inspiratif. Pengenalan lingkungan akademik pada usia sekolah dasar diharapkan dapat memberikan kesan positif terhadap dunia pendidikan tinggi serta mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan kunjungan edukasi ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui kunjungan ke Laboratorium Fisika Dasar FST UINSU, siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas pengalaman belajar melalui pengenalan fasilitas akademik dan lingkungan pembelajaran berbasis sains. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi sains, penguatan motivasi belajar, serta pengembangan rasa ingin tahu yang menjadi dasar penting dalam proses pendidikan.
Selain mendukung SDGs 4, kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), khususnya dalam konteks perluasan kesempatan memperoleh pengalaman pendidikan di luar lingkungan sekolah. Kunjungan siswa sekolah dasar ke laboratorium perguruan tinggi dapat membuka akses terhadap pengalaman pembelajaran yang berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa memiliki kesempatan untuk mengenal fasilitas pendidikan tinggi dan memperoleh wawasan mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam kegiatan akademik. Upaya seperti ini diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah yang lebih luas untuk mendorong kesempatan belajar yang semakin terbuka dan inklusif bagi peserta didik.
Di samping memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan kunjungan edukasi ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara institusi pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Interaksi antara SD Nafli School dan lingkungan akademik FST UINSU diharapkan dapat mendorong terbangunnya komunikasi yang baik dalam mendukung pengembangan pembelajaran sains. Hubungan tersebut juga berpotensi membuka kesempatan bagi pelaksanaan kegiatan edukatif lainnya, seperti pengenalan laboratorium, pembelajaran berbasis eksperimen, dan kegiatan literasi sains yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Program Studi Fisika FST UINSU menyambut positif inisiatif kunjungan edukasi SD Nafli School sebagai salah satu bentuk penguatan hubungan antara dunia pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Melalui pengenalan Laboratorium Fisika Dasar, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat, menumbuhkan ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan alam, serta mengembangkan semangat untuk terus belajar dan mengeksplorasi berbagai fenomena di lingkungan sekitarnya.
Ke depan, Program Studi Fisika FST UINSU diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kegiatan edukasi yang memperkenalkan sains kepada masyarakat, termasuk peserta didik pada jenjang pendidikan dasar. Melalui dukungan terhadap pembelajaran yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan potensi generasi muda, Program Studi Fisika FST UINSU berupaya mengambil bagian dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.